Waktu liburan semester 1 yang lalu, aku, Aiko, Ibu, dan Bapak pergi ke MONAS. Kami ingin berolahraga disana. Kami bersepeda keliling-keliling lapangan Merdeka. Setelah itu, kami istirahat dan makan crackers di tempat duduk Lapangan Merdeka. Hmm…yummy! Kami melanjutkan olahraga lagi. Aku balapan sepeda lawan Ade dan kita seri, deh!
Setelah lelah bersepeda, kami naik delman. Aku di depan bersama Ade. Kelihatannya kuda sulit juga jalan, katanya Ibu barangkali karena Bapak dan Ibu ikut jadi delman terlalu berat buat kudanya… Mereka kan cukup gemuk!
Pulangnya dari Monas, aku ke tempat bubur ayam. Dari kecil katanya ibu aku kan tidak mau bubur. Betul lho bubur itu terlalu lembut buat lidahku jadi rasa agak geli buat ditelan. Tapi pagi itu Bapak, Ibu dan Ade sarapannya bubur ayam. Baunya enak sekali dan mereka makannya lahap juga. Aku jadinya tertarik buat mencoba ya. Enak, lho! Jadi bingung juga kenapa dulu aku tidak bisa telan bubur?? Tempat bubur jalan Tanjung itu kata Bapak memang kesukaannya, tapi biasanya Bapak ke situ sama teman-teman di kantornya.
Mmm…kegiatan berolahraga bersama keluarga memang tak terlupakan… karena hari itulah hari pertama aku mencoba dan menyukai bubur ayam.
6 comments:
hai amanda, ini dienta, aku juga suka bubur ayam kalo ke jakarta hari pertama pasti sarapan nya bubur ayam yang lewat depan rumah eyang, dienta yang selalu disuruh ibu nunggu bubur didepan rumah enak banget deh, di malaysia gak ada bubur ayam se enak itu ih jadi kangen pengen cepet2 ke jakarta, nanti kita ketemu2 ya kalo ke jakarta....
adduhh..senangnya baca cerita kakak.. :), kalau kita senangnya main layangan di monas..,
Ah Amanda udah nulis lagi...
Bubur Ayam ya say?
Tante Inta juga doyaaann ,))
Oke, sampai nanti ya, Deentha!
Main layangan di Monas? Wah, asyik juga tuh!!!!
HAHAHAHA....
Ya, mungkin Tante Inta kapan-kapan aku coba lagi. Oh ya Tante, sepulang dari Palembang aku sarapannya itu lho Tante, Bubur Ayam!
Post a Comment