29 January 2009

Pool Party

Pool Party

This is an old story from October. There was one Saturday when all of my neighbours held a
pool party.

It was sooo fun! Everybody brought some food and drinks. There was salad, chips, crabsticks and juice!

I played with all the cats that live in the apartment ; Peanut, Mitsy and Nibbles. I carried Mitsy around, she was very nice and did not scratch me. I also tried to take Nibbles, but she was too heavy! So I just ask her to go to Grandpa Alain's house.

It was a very fun afternoon. Everybody was laughing and smiling. The greatest day!

Photo : with Grandpa Alain, Grandma Robin and some food + drinks

28 January 2009

One Match of Chelsia vs. Liverpool



I guess at home you can think of me as a 'tomboy' girl. I am not good in sports but I love watching soccer matches and motorsport racings on the television.

I remember one Sunday, Bapak was watching a big match of Chelsea vs. Liverpool. I joined
Bapak because I think it was the coolest match in the Premier League.

In my heart, I said that Liverpool will burn Chelsea with 1-0 victory.

I stared at Steven Gerard, Xabi Alonso, Sami Hyypia. Just about 10 minutes after the first
session, Alonso kicked the ball over. Petr Cech's goal post. Cech missed the round-skin, and.... GOAL !!!!! Liverpool scored its first goal in the match.

At the end, Liverpool won.. and in my heart I was very happy. Liverpool suited the sentence I
said to myself, "Liverpool will burn Chelsea with 1-0 victory"

18 December 2008

Ibu PUNI



Tri Mumpuni Wiyatno is usually called Ibu (Madamme) Puni. She is an Indonesian woman who dedicated herself in making electricity work in Indonesian rural villages. For this dedication she received an award "WWF Climate Hero" in 2005" and many more awards, including running with the olympic torch during 2008 Beijing Olympic torch relay.

Her Childhood
Ibu Puni is the third child from 8 siblings. Since she was in grade 4 at the elemantary school (just like us!), she had been helping some villagers who had skin disease together with her mother. "That experience taught me about human relationship process, money was not everything," she said.

Helping for Electricity Priviledges in Rural Village
Ibu Puni and her husband, Bapak Iskandar Kuntoadji, work together with People Centred Business and Economic Institute (IBEKA) which is based in Bandung. She usually work for rural villages.

What she does are not easy. With her husband, Ibu Puni helps rural villages that cannot be reached by the government to build their own electricity from the resources that the villages have, using microhydro energy generator which is made from the river current.

She also helps the villagers to organize themselves, learning how to make their own electricity, raising money to make their own electricity and maintain it even after she leaves the village. So not only that she teaches people to act and not just wait for the government to take care of them, she also gives the people the skill and knowledge to be self reliant.

When I was doing my research,I have tried not using electricity for one hour at night yesterday and I can not think of how my life would be without electricity. I love to read and write, not only in the morning but also at night when the sun does not shine anymore.I use the computer to learn a lot (just like typing this paper!). My father also tells me that electricity helps many people do their job. If people can do their job better, their family can also live better.

Now, hundreds of rural villages in Indonesia have benefit from Ibu Puni's courageous act. Many children can now read, write and study (and they can do it at night time also). These villages now can also start building small industries that help their economy to grow.

Source of research :
1. http://sosok.wordpress.com/2007/07/20/tri-mumpuni-wiyatno-menerangi-desa/

2. http://www.lead.org/member/129 (where I take the picture of Ibu Puni)

3. http://www.ashoka.org/node/3870


Amanda Armansyah
4 Blue
==============================

This is my End of Term Writing Assessment Project in IPS

Theme : Courageous People

17 September 2008

Aku sudah sekolah!

Sudah lihat di agenda kan.. aku sudah mulai sekolah sejak tanggal 8 September! Berarti sudah satu minggu lebih ya. Hari ini sekolah tidak ada karena ada angin ribut. Hujan juga masih tuh sampai sekarang untung juga tinggal di lantai dua jadi tidak banjir.

Sekolahku namanya IPS tapi bukan singkatan Ilmu Pengetahuan Sosial lho. Kalau nggak salah International Preparatory School. Lokasinya nggak terlalu jauh dari rumah, mungkin 10 menit kalau lewat motorway. Sekolahnya setiap hari aku dan adikku naik bus antar jemput, nama pengemudinya Pak Roshan. Teman di bus banyak, ada banyak dari SMP juga karena di lokasi sama ada 3 sekolah : IPS, Ecole du Nord dan Northfield. Bayangkan saja macetnya kalau pagi! Tapi sama Pak Roshan sih kami tahu beres, didrop di depan pintu masuk dan tidak terlambat.

Sekolah mulai jam 8 tepat, tidak boleh terlambat ya. Kami dijemput Pak Roshan jam 7.30. Pelajarannya macam-macam, seperti di Indonesia juga, tapi ada juga yang beda seperti pelajaran Drama. Walaupun pelajarannya sama di hari ini dan besok, tapi kadang dibagi juga misalnya kalau Matematika hari Senin khusus membahas PR dari hari Senin lalunya, jadi tidak ada pelajaran baru. Selasa biasanya matematikanya ada pelajaran baru. Kalau Rabu itu mental math, jadi seperti mencongak. Hari Kamis belajar matematika dalam kehidupan sehari-hari, jadi misalnya kemarin itu kami mau masak, perlu bahan ini dan itu, ukurannya berapa. Lalu tiap Jum'at ada assessment, jadi apa yang sudah dipelajari satu minggu dites sama gurunya. Terus nanti pulang sekolahnya jam 3 siang. Tapi biasanya sampai rumah jam setengah 4 lewat. Enak kalau bulan puasa, tinggal tunggu sebentar sampai waktu bukanya.

Oh ya aku lupa mengenalkan. Nama guruku Mr. Christmas. Tapi katanya dia tidak bisa dipanggil Bapak Natal kalau di bahasa Indonesia. Bisa juga kami panggil dia Mr. Scott. Dia orang Kanada, bicara bahasa Inggrisnya agak cepat tapi biasanya dia suka mengulangi buat aku supaya bisa lebih mengerti. Dia baik sekali suka mendengarkan kalau aku cerita dan menggambar, nanti dia minta ceritaku ditulis. Mulai minggu depan memang tiap hari Kamis kami harus kumpulkan tulisan, minimal 10 kalimat tentang apa saja. Boleh juga ditambah gambar.

Yang aku paling suka dari pelajaran bahasa Inggris adalah spelling. Soalnya seru banget. Nanti ada tesnya juga satu kali seminggu. Tapi sebelumnya kami sudah dikasih daftar kata-kata yang harus dipelajari ejaannya. Waktu tes, Mr. Christmas akan sebutkan satu kalimat dan kami harus menulis kalimat itu. Di dalam kalimat itu pasti ada kata-kata yang di daftar eja, nah itu tidak boleh salah ya. Aku juga belajar lagi tentang koma dan titik dan huruf besar. Namanya kata Mr. Christmas punctuation. Ini lebih tidak boleh salah. Kalau kurang huruf besar atau tidak pakai tanda baca, bisa dikurangi nilainya. Katanya Mr. Christmas aku harus teliti.

Di sekolah harus selalu pakai topi kalau mau main di playground. Kalau tidak bawa topi, jam istirahatnya tidak boleh main lho. Tapi asyik, tempat mainnya luas. Juga ada kelas komputer dan seminggu dua kali ada waktu ke perpustakaan, kami boleh pinjam buku. Pagi-pagi kalau pas sedang absen juga ada silent reading. Boleh baca apa saja, dibawa dari rumah atau buku yang Mr. Christmas taruh di rak buku di kelas. Tapinya dua minggu sekali dikasih giliran kita harus ceritakan di depan kelas, apa isi buku yang kita baca.

Aku suka sekali sekolah. Sama Mr. Christmas juga aku boleh tetap puasa kok. Tapi sekali-sekali ada perawat sekolah yang suka masuk ke kelas untuk lihat aku kehausan apa tidak. Kalau habis olahraga, aku minum karena guru olahraganya bilang nanti aku lemas. Kan olahraganya atletik sama tenis. Raketnya disediakan sama sekolah kok jadi tidakk usah punya sendiri.

Besok ada pelajaran Science. Aku disuruh bawa X-ray. Itu katanya ibu hasil potret ronsen. Kebetulan Bapak kan punya jadi nanti mau aku bawa. Sudah dulu ya ceritanya tentang sekolahku. Kalau mau lihat sendiri bisa kok ada websitenya. Itu fotonya aku dan adik sama Bapak waktu mau mengantar di hari pertama sekolah.

23 August 2008

Cerita di Singapura

Aku mau tulis tentang 2 hari di Singapura sebelum berangkat ke Mauritius.

Sampainya di airport wah aku sama ade sampai kaget lihat airportnya besar sekali ya! Kata ade, seperti mall kalau kata aku lebih besar dari mall. Kita sempat lihat ada counter F1 dan foto di sana.

Terus kita dijemput sama Oom Aria dan Cleo. Oom Aria itu oom aku dan ade, tinggalnya di Singapura, jadi dokter mata di sana. Tapi dia orang Indonesia lho! Cleo itu adeku, dia kembar, nanti ya ada ceritanya juga tentang Chloe saudara kembarnya.

Karena koper yang kita bawa ada 5, jadinya yang tiga dititipkan dulu sama Bapak ke petugas airport. Sayang tempat penitipan jauh jadi aku tunggu sama Eyang, Oom Aria, Cleo dan Aiko saja ya. Terus karena koper yang dua juga cukup besar, jadi kami dibagi dua. Eyang sama Ibu dan Aiko ikut Oom Aria. Kalau aku sama Bapak naik taxi. Wah, jalur antrinya taxi seperti di dufan ya, panjang sekali! Tapi untung sudah malam jadi tidak terlalu bamyak orang kok.

Oom Aria dan Cleo antar kami sampai hotel. Terus di sana ketemu sama Tante Femmy dan Chloe. Asik, terus kita makan pizza di depan hotel sambil main lari-larian di taman rumput yang besar banget! Bapak ngobrol sama Oom Aria terus Ibu juga ngobrol sama Tante Femmy dan Eyang. Wah semuanya sibuk sampai tak terasa sudah malam ya, Aiko sudah ngantuk tuh. Jadi kami kembali ke hotel buat tidur.

Pagi-pagi, Bapak sama Ibu pergi ke luar beli roti dan jus. Di hotel bisa bikin air panas lho jadi minumm teh dan kopi bisa buat sendiri tidak perlu beli! Kami cepat mandi karena hari ini hari besar buat aku dan ade. Kami mau naik MRT. Ternyata hotelnya memang tidak besar ya, tapi dipilih Bapak karena ada di depannya stasiun jadi kita jalan kaki ke sana.

Oke, pelajaran pertama adalah beli tiket. Ada gambar untuk ukur tinggi badan. Kalau lebih tinggi dari gambar itu berarti harus beli tiket. Waaah aku engga sabar nih, gimana ya cara beli tiket. Aku lihat orang-orang cepat banget pencet tombol. Bapak mau ajarin aku tapi tunggu dulu katanya sampai ketemu mesin yang tidak banyak antriannya soalnya takutnya kan orang lain tidak sabar kalau Bapak lagi mengajari aku terus mereka jadinya terlambat sampai tujuan gara-gara kelamaan beli tiket.


Jadi setelah baca tujuan di petanya, kita tahu harus tekan tombol yang mana. Terus kita harus tambahkan 1 dollar untuk disimpan mesinnya. Kata Bapak, itu gunanya supaya kita berhati-hati jangan sama kartu tiketnya hilang. Kalau kita bisa jaga kartunya baik-baik, nanti sampai di stasiun tujuan bisa kita masukkan lagi ke mesin, terus uang yang 1 dollar itu akan keluar lagi untuk kita. Seru!

Sudah ada kartu tiket, kami masing-masing harus belajar pegang sendiri. Kata Bapak, lihat caranya orang-orang masuk pintu stasiun pakai kartu itu. Lalu kami tirukan deh. Ternyata tidak terlalu susah tapi tidak boleh buru-buru tunggu lampunya sampai hijau.

Dari situ kita cari ke mana arah tujuannya. Harus lihat nama stasiun yang paling akhir supaya tidak salah arah. Nah terus tunggu di depan pintu. Ada banyakk gambar panah di lantainya. Itu untuk tanda, tempat orang antri untuk masuk beda sama jalur orang keluar dari keretanya. Soalnya biar nggak macet ya. Di mana-mana ada tulisan jangan lupa mendahulukan orang yang mau keluar dari kereta, sekali lagi itu supaya nggak macet karena pintu keretanya kan otomatis tertutup. Kalau sampai macet bagaimana, nanti kita tidak bisa masuk dan yang harus turun di stasiun itu juga tidak bisa keluar, wah bisa repot!

Aku baca dengar banyak juga yang bicaranya bahasa Indonesia. Tapi kalau tulisan agak aneh ya bahasa Indonesianya. Kata Ibu itu namanya Bahasa Melayu. Orang Malaysia bicara bahasa Melayu, orang Singapura juga ada yang Melayu ya.

Di dalam kereta yang duduk cuma Eyang. Ada tulisannya juga bahwa kalau ada orang yang sudah tua atau yang bawa anak-anak, sebaiknya tempat duduknya diberikan kepada mereka. Tapi aku sama ade senang kok berdiri. Sama ya keretanya seperti kereta yang kita naiki waktu ke Kebun Raya. Tapi kata ade keretanya lebih terang dan di luar lebih gelap. Oh kata Bapak itu karena kita adanya di bawah tanah. Waaah, serem juga kalau tanah yang di atasnya jatuh, kita bagaimana?

Habis naik MRT kita sambung naik bus. Sama juga pas mau masuk bus kita harus antri dan menunggu yang di depan kita bayar. Aku lihat ada yang bayar pakai uang, tapi ada juga yang pakai kartu. Bapak tanya dulu sama supir bus harus bayar berapa. Tujuan kita ke kebun binatang.

Rupanya kebun binatang jauh juga ya. Di dalam bus rasanya lama sekali, tapi aku sih senang banyak bisa lihat bagaimana kota Singapura. Kalau di tengah memang banyaknya gedung tinggi seperti mall dan kantor-kantor ya. Tapi di pinggirnya banyak juga lapangan rumput dan bangunan yang pendek. Kalau ade sih tidur, dia kan mungkin masih mengantuk dari kemarinnya ya.

Sampai di kebun binatang, kami beli roti dulu karena perut lapar sekali. Habis itu beli tiket masuk dan kami keliling-keliling sampai kakinya mau copot semua, kata Eyang. Tapi senang ya, lihat macam-macam binatang dan tanaman. Ada banyak tulisan menceritakan tentang binatang, jadi aku sambil jalan-jalan bisa belajar. Ada satu tempat yang aku suka banget, cerita tentang hutan dan di dalamnya juga ada cerita tentang suku Asmat! Hei itu kan suku di Indonesia ya!! Lalu aku minta Ibu foto tulisan yang bagus sekali supaya ingat kalau lihat pohon harus dijaga lho. Wahduh, aku jadi ingat waktu disuruh cari puisi tentang melindungi bumi di sekolahku Dwi Matra. Coba waktu itu aku sudah tahu ya tentang puisi ini, pasti cocok sekali dengan tugasnya!

"Only after the last tree has been cut down
Only after the last river has been poisoned
Only after the last fish has been caught
Only then will you find
that money cannot be eaten"

Di tempat ini juga ada miniatur tentang bagaimana Rain Forest bisa membantu melindungi bumi. Itu seperti pelajaran Science yang diajarin sama Pak Achyus ya, bagus banget! Coba aku bisa ceritain sama teman-temanku.

Kami terus sampai di playground. Bagus banget! Ada tempat main air segala. Aku sama ade puas banget main di sana, terus kami makan siang dan melanjutkan jalan kaki sambil lihat macam-macam binatang dan tanaman lagi. Eyang ketemu sama kebun anggrek yang bagus sekali. Difoto juga sama Ibu. Wah, Eyang pasti kepingin ya anggrek di rumah bisa seperti yang kita lihat di sana.

Akhirnya kami selesai juga melihat kebun binatang yang luas itu. Binatangnya banyak yang aku belum pernah lihat, lucu-lucu tapi ada juga yang seram. Adeku juga senang banget, apalagi lihat pinguin sama zebra dari dekat. Kami juga lihat beruang es yang warnanya putih. Tapi sepertinya dia kepanasan karena bulunya pada rontok dan dia tidak terlalu semangat seperti binatang-binatang lainnya ya.

Nah itu sih ceritaku dari Singapura. Kami pergi juga ke tempat lain, terutama diajakin sama Oom Aria dan Tante Femmy. Kami lihat Merlion yang lambangnya Singapura itu. Terus kami juga main ke rumah Oom Aria di apartemennya namanya Springdale. Asik sekali ke mana-mana bisa naik MRT. Lama-lama aku lancar juga beli tiket dari mesin (ssst tapi masih cari mesin yang antriannya tidak banyak orang). Aku dan ade juga bisa cukup tertib ternyata jaga tiketnya. Ohya! ade itu sudah bisa lho meminta kembali uang 1 dollarnya dari mesin tiket.

Seru banget di Singapura. Aku paling suka naik MRT dan menyebrang jalan menunggu lampu yang gambar orang itu. Bukan cuma kendaraan bermotor ya yang pakai lampu merah. Aku juga suka karena bisa puas main dengan sepupu-sepupuku, Cleo sama Chloe. Habis kalau di Jakarta ketemunya cuma sebentar dan tidak bisa lari-larian.

Aku juga senang lihat gambar singa kecil yang mungkin seperti maskotnya Singapura juga ya, dikelilingin gambar hati warna-warni terus ada tulisannya : Courtessy, try a little kindness... Kata Ibu itu supaya kita enggak lupa ada orang lain juga di tempat umum, jadi kalau berdiri nggak boleh di tengah jalan, harus mau antri, harus kasih tempat duduk sama yang lebih susah kalau berdiri.

Tapi aku juga ada sedih di Singapura. Karena itu malam terakhir aku bisa bobo sama Eyang. Besoknya pagi-pagi sekali sudah berangkat ke Mauritius. Sampai jumpa lagi Eyang!

catatan:
aku tidak bisa taruh fotonya banyak di sini, jadi nanti lihat di album foto saja ya. maaf

22 August 2008

My Crazyland

My Crazy land is very funny. It has a cow that dresses up like a pop star and a young man who eats grass. So many crazy things there!

My crazyland's house is upside-down. If you dream that you have a big house and your dog has a small kennel, in my crazyland I have a tiny house that only fits for me and my dog has a big kennel!

When you go to a birthday party in my crazyland, you will not have a birthday cake and you don't have to bring a present! Each of my guest will bring a toy to share and everyone is using a bedsheet as a costume. No parent is allowed to come! No food and no goodybags. We just play and then we go home if we are hungry. The dog will cook your meal so don't worry.

Eveyday in crazyland the kids work and parents go to school! But don't worry.. it's only for the weekends. From Monday to Friday everybody can have their holiday!

If you meet animals in my crazyland, you will be surprosed by their expression. They bow to you and they act like movie stars!

People cannot be angry and they cannot fight in crazyland because if they are, they will do what animals do in a real world. They moo. They meow. They bark!

That is my crazyland.

-- my English project 210808
AmandaNajla





21 August 2008

Kangen Musik

Tiap hari Selasa dan Jum'at
pasti aku dengar dentingan piano dalam hatiku
aku tidak tahu apakah di sini
akan ada tempat dengan pianonya
aku ingin Kak Yudrie datang ke sini

Dulu aku selalu dengar
betapa merdua suara denting piano
dari murid-murid Kak Yudrie
Sekarang, dunia seperti sepiiiii sekali !

Kakak kalau mengajar selalu perhatian
sekarang rasanya seperti hilang

Bagiku kakaklah matahariku...

Semoga Tuhan selalu melindungi Kak Yudrie & Family



salam,
Amanda Najla
9 Agustus 2008